Selasa, 02 April 2013

Kamis, 28 Maret 2013

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS

Skripsi Matematika Tags:

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut seseorang untuk dapat menguasai informasi dan pengetahuan. Informasi dan pengetahuan dapat dikuasai jika kita mampu memperoleh, memilih dan mengolah informasi. Dalam penerapannya kemampuan-kemampuan tersebut membutuhkan pemikiran yang kritis, sistematis, logis, dan kreatif.Kecakapan yang kurang dalam berpikir kritis secara langsung mempengaruhi kapasitas bagi individu untuk maju dalam penerapan secara efektif informasi yang sampai kepada mereka. Oleh karena itu diperlukan suatu program pendidikan yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Salah satu program pendidikan yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir tersebut adalah matematika. Hal ini sesuai dengan yang di ungkapkan R.Soedjadi bahwa tujuan diberikannya matematika di jenjang pendidikan dasar dan umum salahsatunya adalah, agar anak selalu berkembang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, cermat, jujur, efektif dan efisien.Namun, keadaan dilapangan belumlah sesuai dengan yang diharapkan. Pembelajaran matematika selama ini kurang mengembangkan kemampuanberpikir kritis siswa. Pembelajaran matematika di tingkat SMP cenderung terpaku pada naskah buku paket dan kurang terkait dengan kehidupan sehari-hari siswa.Pembelajaran cenderung abstrak dan dengan metode ceramah, sehingga konsep-konsep matematika yang disampaikan sulit dipahami. Sementara itu kebanyakan guru dalam mengajar masih kurang memperhatikan kemampuan berpikir kritis siswa.Pott telah mengidentifikasi beberapa keterampilan yang berhubungandengan kemampuan berpikir kritis yaitu menemukan analogi dan hubungan lainnya antar informasi, menentukan relevansi dan validitas informasi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah, menentukan dan mengevaluasi solusi atau cara-cara alternatif penyelesaian. Siswa yang berpikir kritis adalah siswa yang mampu mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengkontruksi argument serta mampu memecahkan masalah dengan tepat. Jadi siswa yang berpikir mampu menolong orang lain atau dirinya sendiri dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi. Untuk melatihkan kemampuan berpikir kritis pembelajaran harus difokuskan pada pemahaman konsep dengan berbagai pendekatan daripada keterampilan prosedural. Pott menyatakan ada tiga strategi spesifik untuk pembelajaran kemampuan berpikir kritis, yakni membangun kategori, menentukan masalah, dan menciptakan lingkungan yang mendukung (fisik dan intelektual). Hal-hal yang membuat lingkungan tersebut tercipta antara lain adalah desain pembelajaran, pendekatan yang di pakai, dan Perangkat pembelajaran yang mendukung. Salah satu pendekatan pembelajaran yang memberi ruang untuk melatihkan kemampuan berpikir kritis adalah PMR (Pendidikan Matematika Realistik). Pendapat ini senada dengan yang diungkapkan Ruseffendi, bahwa untuk membudayakan berpikir logis serta bersikap kritis dan kreatif proses pembelajaran dapat dilakukan dengan pendekatan matematika realistik

Ayo Pesan Skripsi Sekarang Juga !

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER DENGAN PETA KONSEP UNTUK MENCAPAI KETUNTASAN BELAJAR SISWA PADA MATERI

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dipelajari siswa di jenjang pendidikan formal mulai dari tingkat SD sampai SMA. Matematika juga merupakan ilmu dasar yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Sering kali orang memakai konsep matematika untuk menyelesaikan permasalahan yang ada tanpa mereka sadari bahwa mereka telah melakukannya1. Misalkan dalam bidang perdagangan, pada bidang ini salah satu kegunaan matematika adalah untuk mencari laba rugi. Dalam mencari laba rugi manusia menggunakan operasioperasi bilangan serta lambang-lambang matematika sehingga didapatkan hasil yang diinginkan. Contoh di atas merupakan salah satu kegunaan matematika bagi manusia. Salah satu sebab mengapa manusia menggunakan matematika untuk menyelesaikan permasalahannya yaitu karena di dalam matematika terdapat lambang-lambang (simbol), gambar serta operasi hitung yang dapat membantu siswa atau manusia memecahkan masalah dalam kehidupan2. Mengingat betapa pentingnya matematika, maka matematika perlu di sampaikan kepada siswa, oleh karena itu guru dalam melaksanakan pengajaran harus mengarah pada penguasaan konsep matematika. Karena dalam konsep matematika, konsep A dan konsep B mendasari konsep C, maka konsep C tidak mungkin di pelajari sebelum konsep A dan B dipelajari terlebih dahulu. Demikian pula konsep D baru dapat dipelajari bila konsep C sudah dipahami. Ini berarti pengalaman belajar yang lalu memegang peranan untuk memahami konsep-konsep baru. Jelas bahwa pengalaman belajar matematika di SMP misalnya, akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan penguasaan bahan matematika di SMA3. Pada pengajaran matematika guru lebih banyak menyampaikan sejumlah ide atau gagasan-gagasan matematika, sementara dalam pembelajaran matematika siswa mendapat porsi lebih banyak dari ada guru, bahkan mereka harus dominan dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan pembelajaran, siswa berperan aktif sebagai pembelajar dan fungsi guru lebih pada sebagai fasilitator. Kenyataan menunjukkan bahwa rendahnya hasil belajar siswa SMP melalui NEM merupakan tantangan yang serius bagi dunia pendidikan dan semua pihak yang berkecimpung dalam pendidikan matematika. Hal ini dimaksudkan agar siswa tidak jenuh dalam menerima dan mengikuti proses belajar mengajar matematika. Salah satu faktor yang mungkin sebagai penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah bahwa perencanaan dan penerapan pembelajaran yang dilakukan oleh para guru matematika masih dominan dengan metode transfer informasi. Kondisi pembelajaran seperti ini akan menimbulkan kebosanan bagi siswa, siswa tidak dapat melihat hubungan antar materi pelajaran yang telah dipelajari dengan materi berikutnya. Ini diperparah dengan sikap guru yang tidak pernah mengingatkan kembali siswa tentang materi sebelumnya dan terus melanjutkan tanpa memperhatikan apakah siswa pada umumnya telah memahami materi yang diberikan sehingga pelajaran matematika tidak menarik, tidak disenangi, dan dengan sendirinya pelajaran matematika akan terasa sulit. Dengan demikian sebagai konsekuensinya hasil belajar yang di capai siswa belum sesuai dengan harapan4. Ausubel menyatakan bahwa faktor tunggal yang sangat penting dalam proses belajar mengajar adalah apa yang telah diketahui siswa berupa materi pelajaran yang telah dipelajarinya. Apa yang telah dipelajari siswa dapat dimanfaatkan dan dijadikan sebagai titik tolak dalam mengkomunikasikan

informasi atau ide baru dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat melihat keterkaitan antara materi yang sudah diberikan dengan materi baru. Namun sering terjadi siswa tidak mampu melakukannya. Dalam hal inilah diperlukan adanya alat yang dapat menjembatani informasi atau ide baru dengan materi pelajaran yang telah diterima oleh siswa. Alat penghubung yang dimaksud oleh Ausubel dalam teori belajar bermaknanya adalah Advance Advance organizer dapat dikatakan sebagai pengatur awal dalam kemajuan belajar yaitu abstraksi dari bahan yang akan dipelajari. Advance organizer sangat besar pengaruhnya bagi peserta didik dalam proses pembelajaran karena bahan yang dirancang dengan baik akan menarik perhatian siswa dan akan menghubungkan bahan yang baru dengan apa yang telah diketahui sebelumnya serta tersimpan dalam struktur kognitifnya. Struktur kognitif ini akan menentukan kejelasan arti-arti yang timbul pada saat pengetahuan baru masuk, termasuk proses interaksinya, sehingga terjadilah proses belajar bermakna5. Belajar bermakna disini merupakan proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang6. Salah satu cara untuk menjelaskan materi pelajaran kepada siswa agar dapat menghubungkan atau mengkaitkan antar konsep, sehingga terjadi kegiatan belajar bermakna adalah dengan menggunakan peta konsep. Peta konsep merupakan sebuah strategi alternatif yang dapat digunakan dalam membantu siswa memahami materi. Pemakaian peta konsep ini bertujuan

agar materi yang dibuat melalui peta konsep tersebut dapat dipahami dan dapat dibuat untuk merangkum pelajaran. Peta konsep juga merupakan skema yang menggambarkan suatu himpunan konsep (termasuk teorema, prinsip, sifat dan lain-lain) dengan maksud mengaitkan atau menanamkan dalam suatu kerangka kerja dengan menggunakan proposisi-proposisi agar menjadi jelas, baik bagi siswa maupun guru. Hal ini disebut sebagai alat bantu bagi guru sebelum proses belajar yang terjadi dapat dikatakan bermakna. Salah satu materi matematika yang sesuai dengan peta konsep adalah pecahan. Karena pada materi pecahan antara konsep yang satu dengan konsep yang lain saling berhubungan. Selain itu konsep pecahan adalah konsep-konsep dasar yang harus dikuasai siswa sebelum mempelajari materi lebih lanjut terutama tentang aljabar. Jadi tugas guru dalam mengajar, pertama menyajikan kerangka konsep yang umum (organizer) dan menyeluruh yang akan berfungsi sebagai pengorganisasi semua informasi yang akan diasimilasikan siswa. Berdasarkan dari permasalahan diatas, maka penulis merasa perlu untuk mengadakan penelitian yang berkaitan dengan “PENCAPAIAN KETUNTASAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER DENGAN BANTUAN PETA KONSEP DI SMP NEGERI 3 TAMAN SIDOARJO”.

Ayo Pesan Skripsi Sekarang Juga !

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA DINI MELALUI BERCERITA DI TAMAN KANAK-KANAK HARAPAN SILAING BAWAH PADANGPANJANG

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA DINI MELALUI BERCERITA DI TAMAN KANAK-KANAK HARAPAN SILAING BAWAH PADANGPANJANG

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Salah satu aspek keterampilan berbahasa yang sangat penting peranannya dalam upaya melahirkan generasi masa depan yang cerdas, kritis, kreatif, dan berbudaya adalah keterampilan berbicara. Dengan menguasai keterampilan berbicara, peserta didik akan mampu mengekspresikan pikiran dan perasaannya secara cerdas sesuai konteks dan situasi pada saat dia sedang berbicara. Keterampilan berbicara juga akan mampu membentuk generasi masa depan yang kreatif sehingga mampu melahirkan tuturan atau ujaran yang komunikatif, jelas, runtut, dan mudah dipahami.
Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang utama dan yang pertama kali dipelajari oleh manusia dalam hidupnya. Semenjak seorang bayi terlahir, ia sudah belajar menyuarakan lambang-lambang bunyi bicara melalui tangisan untuk berkomunikasi dengan lingkungannya. Suara tangisan itu baru menandakan adanya potensi dasar kemampuan berbicara dari seorang anak yang perlu dikembangkan lebih lanjut oleh lingkungannya melalui berbagai latihan dan pembelajaran. Orang akan merasa terusik jika anaknya lahir tanpa suara tangisan. Orang akan merasa lebih sedih lagi jika anaknya tumbuh dewasa tanpa memiliki kemampuan berbicara secara lisan.
Setiap manusia dituntut terampil berkomunikasi, terampil menyatakan pikiran, gagasan, ide, dan perasaan. Terampil menangkap informasi-informasi 2
yang didapat, dan terampil pula menyampaikan informasi-informasi yang diterimanya. Kehidupan manusia setiap hari dihadapkan dalam berbagai kegiatan yang menuntut keterampilan berbicara. Contohnya dalam lingkungan keluarga, dialog selalu terjadi, antara ayah dan ibu, orang tua dan anak, dan antara anak-anak itu sendiri. Di luar lingkungan keluarga juga terjadi pembicaraan antara tetangga dengan tetangga, antar teman sepermainan, rekan kerja, teman perkuliahan dan sebagainya. Semua situasi tersebut menuntut agar kita mampu dan terampil berbicara.
Keterampilan berbicara juga memiliki peran penting dalam pendidikan, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat luas. Proses transfer ilmu pengetahuan kepada subyek didik pada umumnya disampaikan secara lisan. Tata krama dalam pergaulan, nilai-nilai, norma-norma, dan adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat juga banyak diajarkan terlebih dahulu secara lisan. Hal ini berlaku dalam masyarakat tradisional maupun masyarakat modern.
Pendidikan anak usia dini memegang peranan yang sangat penting dan menentukan bagi perkembangan anak selanjutnya, sebab Taman Kanak-kanak merupakan fondasi bagi dasar kepribadian anak. Anak yang mendapatkan pembinaan yang baik sejak usia dini akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja dan produktivitas, serta dapat memupuk bakat dan minatnya sejak dini.
Perkembangan pemakaian bahasa pada anak dipengaruhi oleh meningkatnya usia anak. Semakin anak bertambah umur, maka akan semakin 3
banyak kosa kata yang dikuasai dan semakin jelas pelafalan atau pengucapan katanya. Kemampuan berkomunikasi dengan baik, benar, efektif, dan efisien adalah tuntutan. Selain pentingnya keterampilan berbicara untuk berkomunikasi, komunikasi dapat berlangsung secara efektif dan efisien dengan menggunakan bahasa, sedangkan hakikat bahasa adalah ucapan. Proses pengucapan bunyi-bunyi bahasa itu tidak lain adalah berbicara. Untuk dapat berbicara dengan baik diperlukan keterampilan berbicara.
Dari uraian di atas, diketahui betapa pentingnya keterampilan berbicara bagi seseorang. Oleh karena itu, pembelajaran keterampilan berbicara perlu mendapat perhatian agar anak memiliki keterampilan berbicara, sehingga mampu berkomunikasi untuk menyampaikan isi hatinya kepada orang lain dengan baik. Selain betapa pentingnya keterampilan berbicara bagi seseorang, pembelajaran keterampilan berbicara perlu mendapatkan perhatian karena keterampilan berbicara tidak bisa diperoleh secara otomatis, melainkan harus belajar dan berlatih.
Keterampilan berbicara pada anak di Taman Kanak-kanak pada dasarnya perlu mendapatkan perhatian yang serius. Hal ini dilakukan agar mampu memberikan pengetahuan dan dasar keterampilan dalam berkomunikasi yang lebih baik bagi anak di kemudian hari. Bahasa yang sederhana, tidak berdasarkan pada kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar serta bahasa sehari-hari yang masih banyak digunakan dalam berbicara anak perlu mendapatkan perhatian yang serius agar mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam sejak dini tentang bagaimana berbicara 4
dengan bahasa yang baik. Dalam proses pembelajaran tingkat Taman Kanak-Kanak keterampilan berbicara ditekankan pada kemampuan untuk berbicara dengan baik, tidak harus sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tetapi sedikit banyak harus mampu memberikan dasar pembelajaran berbahasa yang baik dan benar.
Buku cerita disukai hampir semua anak apa lagi kalau buku cerita tersebut berupa cerita dengan ilustrasi bagus dengan sedikit permainan yang melibatkan mereka. Keterampilan anak perlu ditingkatkan, oleh karena itu pembelajaran harus menarik dan menyenangkan. Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan adalah melalui cerita bergambar. Anak-anak akan merasa terlibat dalam petualangan dan konflik-konflik yang dialami karakter-karakter di dalamnya, sehingga membaca pun akan semakin menyenangkan. Buku cerita non fiksi menstimulasi pembacanya berpikir mengenai jawaban dari plot cerita dan membuat pembacanya bertanya-tanya sehubungan plot yang disajikan.
Kebiasaan anak dalam menggunakan bahasa ibu disekolah merupakan salah satu kendala dalam pembelajaran berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik pada anak di Taman Kanak-kanak Harapan Silaing Bawah Padangpanjang, karena faktor kebiasaan berbicara dalam bahasa daerah maka membuat anak merasa aneh dan kikuk saat diminta untuk berbicara didepan kelas dengan menggunakan bahasa Indonesia.
Permasalahan tersebut di atas disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya media pembelajaran yang kurang menarik, pembelajaran yang 5
hanya menitik beratkan pada membaca dan berhitung saja dan penggunaan metode yang statis sehingga membuat anak bosan dan kurang dapat memunculkan ide kreatifnya.
Berdasarkan uraian di atas, maka dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk mengangkat permasalahan yang berkaitan dengan proses pembelajaran dalam upaya meningkatkan keterampilan berbicara pada anak yang ada di Taman Kanak-kanak Harapan Silaing Bawah Padangpanjang dengan menggunakan metode cerita bergambar khususnya untuk anak kelompok B1. Untuk itu dalam penelitian ini peneliti memberikan judul penelitian ini : “Peningkatan Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini melalui Cerita Bergambar pada Anak Taman Kanak-kanak Harapan Silaing Bawah Padangpanjang.”

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK PENGOLAHAN TERA, TERA ULANG DAN KALIBRASI BERBASIS CLIENT- SERVERALIB PADANGPANJANG

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Salah satu aspek keterampilan berbahasa yang sangat penting peranannya dalam upaya melahirkan generasi masa depan yang cerdas, kritis, kreatif, dan berbudaya adalah keterampilan berbicara. Dengan menguasai keterampilan berbicara, peserta didik akan mampu mengekspresikan pikiran dan perasaannya secara cerdas sesuai konteks dan situasi pada saat dia sedang berbicara. Keterampilan berbicara juga akan mampu membentuk generasi masa depan yang kreatif sehingga mampu melahirkan tuturan atau ujaran yang komunikatif, jelas, runtut, dan mudah dipahami. Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang utama dan yang pertama kali dipelajari oleh manusia dalam hidupnya. Semenjak seorang bayi terlahir, ia sudah belajar menyuarakan lambang-lambang bunyi bicara melalui tangisan untuk berkomunikasi dengan lingkungannya. Suara tangisan itu baru menandakan adanya potensi dasar kemampuan berbicara dari seorang anak yang perlu dikembangkan lebih lanjut oleh lingkungannya melalui berbagai latihan dan pembelajaran. Orang akan merasa terusik jika anaknya lahir tanpa suara tangisan. Orang akan merasa lebih sedih lagi jika anaknya tumbuh dewasa tanpa memiliki kemampuan berbicara secara lisan. Setiap manusia dituntut terampil berkomunikasi, terampil menyatakan pikiran, gagasan, ide, dan perasaan. Terampil menangkap informasi-informasi 2 yang didapat, dan terampil pula menyampaikan informasi-informasi yang diterimanya. Kehidupan manusia setiap hari dihadapkan dalam berbagai kegiatan yang menuntut keterampilan berbicara. Contohnya dalam lingkungan keluarga, dialog selalu terjadi, antara ayah dan ibu, orang tua dan anak, dan antara anak-anak itu sendiri. Di luar lingkungan keluarga juga terjadi pembicaraan antara tetangga dengan tetangga, antar teman sepermainan, rekan kerja, teman perkuliahan dan sebagainya. Semua situasi tersebut menuntut agar kita mampu dan terampil berbicara. Keterampilan berbicara juga memiliki peran penting dalam pendidikan, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat luas. Proses transfer ilmu pengetahuan kepada subyek didik pada umumnya disampaikan secara lisan. Tata krama dalam pergaulan, nilai-nilai, norma-norma, dan adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat juga banyak diajarkan terlebih dahulu secara lisan. Hal ini berlaku dalam masyarakat tradisional maupun masyarakat modern. Pendidikan anak usia dini memegang peranan yang sangat penting dan menentukan bagi perkembangan anak selanjutnya, sebab Taman Kanak-kanak merupakan fondasi bagi dasar kepribadian anak. Anak yang mendapatkan pembinaan yang baik sejak usia dini akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja dan produktivitas, serta dapat memupuk bakat dan minatnya sejak dini. Perkembangan pemakaian bahasa pada anak dipengaruhi oleh meningkatnya usia anak. Semakin anak bertambah umur, maka akan semakin 3 banyak kosa kata yang dikuasai dan semakin jelas pelafalan atau pengucapan katanya. Kemampuan berkomunikasi dengan baik, benar, efektif, dan efisien adalah tuntutan. Selain pentingnya keterampilan berbicara untuk berkomunikasi, komunikasi dapat berlangsung secara efektif dan efisien dengan menggunakan bahasa, sedangkan hakikat bahasa adalah ucapan. Proses pengucapan bunyi-bunyi bahasa itu tidak lain adalah berbicara. Untuk dapat berbicara dengan baik diperlukan keterampilan berbicara. Dari uraian di atas, diketahui betapa pentingnya keterampilan berbicara bagi seseorang. Oleh karena itu, pembelajaran keterampilan berbicara perlu mendapat perhatian agar anak memiliki keterampilan berbicara, sehingga mampu berkomunikasi untuk menyampaikan isi hatinya kepada orang lain dengan baik. Selain betapa pentingnya keterampilan berbicara bagi seseorang, pembelajaran keterampilan berbicara perlu mendapatkan perhatian karena keterampilan berbicara tidak bisa diperoleh secara otomatis, melainkan harus belajar dan berlatih. Keterampilan berbicara pada anak di Taman Kanak-kanak pada dasarnya perlu mendapatkan perhatian yang serius. Hal ini dilakukan agar mampu memberikan pengetahuan dan dasar keterampilan dalam berkomunikasi yang lebih baik bagi anak di kemudian hari. Bahasa yang sederhana, tidak berdasarkan pada kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar serta bahasa sehari-hari yang masih banyak digunakan dalam berbicara anak perlu mendapatkan perhatian yang serius agar mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam sejak dini tentang bagaimana berbicara 4 dengan bahasa yang baik. Dalam proses pembelajaran tingkat Taman Kanak-Kanak keterampilan berbicara ditekankan pada kemampuan untuk berbicara dengan baik, tidak harus sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tetapi sedikit banyak harus mampu memberikan dasar pembelajaran berbahasa yang baik dan benar. Buku cerita disukai hampir semua anak apa lagi kalau buku cerita tersebut berupa cerita dengan ilustrasi bagus dengan sedikit permainan yang melibatkan mereka. Keterampilan anak perlu ditingkatkan, oleh karena itu pembelajaran harus menarik dan menyenangkan. Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan adalah melalui cerita bergambar. Anak-anak akan merasa terlibat dalam petualangan dan konflik-konflik yang dialami karakter-karakter di dalamnya, sehingga membaca pun akan semakin menyenangkan. Buku cerita non fiksi menstimulasi pembacanya berpikir mengenai jawaban dari plot cerita dan membuat pembacanya bertanya-tanya sehubungan plot yang disajikan. Kebiasaan anak dalam menggunakan bahasa ibu disekolah merupakan salah satu kendala dalam pembelajaran berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik pada anak di Taman Kanak-kanak Harapan Silaing Bawah Padangpanjang, karena faktor kebiasaan berbicara dalam bahasa daerah maka membuat anak merasa aneh dan kikuk saat diminta untuk berbicara didepan kelas dengan menggunakan bahasa Indonesia. Permasalahan tersebut di atas disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya media pembelajaran yang kurang menarik, pembelajaran yang 5 hanya menitik beratkan pada membaca dan berhitung saja dan penggunaan metode yang statis sehingga membuat anak bosan dan kurang dapat memunculkan ide kreatifnya. Berdasarkan uraian di atas, maka dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk mengangkat permasalahan yang berkaitan dengan proses pembelajaran dalam upaya meningkatkan keterampilan berbicara pada anak yang ada di Taman Kanak-kanak Harapan Silaing Bawah Padangpanjang dengan menggunakan metode cerita bergambar khususnya untuk anak kelompok B1. Untuk itu dalam penelitian ini peneliti memberikan judul penelitian ini : “Peningkatan Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini melalui Cerita Bergambar pada Anak Taman Kanak-kanak Harapan Silaing Bawah Padangpanjang.”

Ayo Pesan Skripsi SEKARANG juga

Kumpulan Judul Pendidikan Fisika

Kumpulan Judul Pendidikan Fisika
Tags: download skripsi | download skripsi gratis | judul skripsi gratis | kumpulan judul skripsi | kumpulan skripsi | mahasiswa | makalah | penelitian skripsi | pesan skripsi | proposal skripsi | semua jurusan | skripsi gratis | smp | tesis gratis | tugas akhir | universitas

Di bawah ini adalah beberapa contoh skripsi yang bisa anda jadikan bahan referensi sebelum menyusun skripsi, tesis maupun tugas akhir.

jika sahabat mahasiswa pengen menghemat waktu? kami menyediakan paket "mega skripsi" paket kumpulan skripsi lengkap semua jurusan hanya dengan Rp.125.000,- anda sudah mendapat lebih dari 3200 skripsi lengkap berbagai jurusan dan fakultas. skripsi yang kami berikan berupa file doc, sehingga sahabat mahasiswa dapat dengan mudah mengedit skripsinya kembali. tunggu apa lagi mw cepat lulus wisuda dan jadi sarjana pesanlah sekarang juga, kesempatan terbatas.

silahkan menghubungi kami disini >>>>>

PESAN SKRIPSI



Silahkan lihat Paket Skripsinya di bawah ini :

1 Paket = 1 DVD isi 1300 Skripsi Lengkap Semua Jurusan Rp.100.000,-
2 Paket = 2 DVD isi 2300 Skripsi Lengkap Semua Jurusan Rp.135.000,-
3 Paket = 3 DVD isi 3300 Skripsi Lengkap Semua Jurusan Rp.175.000,-
Semua Skripsi Sudah lengkap Dengan Format doc dari BAB 1 - BAB V, File Skripsi Kami pisahkan per jurusan dalam 1 folder sehingga dengan mudah dilihat.
untuk skripsi
Teknik Informatika kami menambahkan program+sourcekode lengkap perjudul skripsi yang bisa langsung anda pakai, program - program yang ada memakai bahasa pemrograman :

  1. VB ( Visual Basic 6.0)

  2. Java

  3. PHP & MySql

  4. Delphi

  5. Borland Delphi

  6. C++

  7. dll...

  8. Untuk Program+Sourcekode hanya kami berikan di paket 3, tidak untuk paket yang lain.

    Kumpulan Judul Skripsi Jurusan Pendidikan Fisika:

                1. PENGARUH JUMLAH LILITAN TERHADAP SENSITIVITAS SENSOR MAGNETIK FLUXGATE MENGGUNAKAN KUMPARAN SEKUNDER (PICK UP COIL) TUNGGAL
                2. SISTEM PENDETEKSIAN GAS LPG BERBAHAN SnO2 BERBASIS MIKROKONTROLER
                3. EFEKTIVITAS PERANGKAT LUNAK PEMANTAU OTOMATIS BENDA JATUH ANTARIKSA TRACK-IT SEJAK BULAN DESEMBER 2010 HINGGA OKTOBER 2011
                4. PENGARUH WAKTU ANNEALING TERHADAP UKURAN BUTIR DAN JARAK ANTAR BUTIR KATALIS Au
                5. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA
                6. PENGARUH PENAMBAHAN T1O2 TERHADAP KARAKTERISTIK LISTRIK KERAMIK Fe2O3 UNTUK TERMISTOR NTC DARI BAHAN MINERAL YAROSIT
                7. PENENTUAN CADANGAN BAHAN GALIAN PASIR LAUT BERDASARKAN REKAMAN DATA SEISMIK SINGLE CHANNEL DI PERAIRAN ESANG SULAWESI UTARA
                8. PENGARUH TEMPERATUR FIRING TERHADAP SIFAT LISTRIK DAN OPTIK OKSIDA KONDUKTIF TRANSPARAN ZnO:AI YANG DIBUAT DENGAN TEKNIK SCREEN PRINTING
                9. RANCANG BANGUN SISTEM DIREKTORAT GERAK SENSOR ULTRASONIK (DGSU) BERBASIS MIKROKONTROLER
                10. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PENYELIDIKAN KELOMPOK DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA
                11. RANCANGAN SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS DISCOVERY PADA KONSEP HUKUM HOOKE DAN PERIODA GETAR PEGAS DALAM MELATIHKAN KEMAMPUAN ILMIAH DAN MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA KELAS XI IPA
                12. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN MENGANALISIS PROFIL AKTIVITAS BELAJAR SISWA SMA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA
                13. SISTEM PENGENDALIAN TEMPERATUR DAN KELEMBABAN PADA MINIATUR KUMBUNG JAMUR TIRAM BERBASIS MIKROKONTROLER
                14. KARAKTERISASI TUNGSTEN TRIOKSIDA UNTUK APLIKASI SENSOR GAS CO DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI FILM TEBAL
                15. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA
                16. PEMODELAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN SISTEM MINYAK BUMI (PETROLEUM SYSTEM) DAERAH CIPLUK DENGAN METODE AUDIO-MAGNETOTELURIK
                17. PENDUGAAN FORMASI BATUAN AKUIFER DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER DI DESA MEKARSARI KECAMATAN PASIR JAMBU CIWIDEY KABUPATEN BANDUNG
                18. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA PADA TOPIK GETARAN DAN GELOMBANG
                19. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA
                20. PROFIL PRESTASI BELAJAR SISWA SMA PADA KONSEP HUKUM NEWTON
                21. PEMBUATAN SENSOR UNTUK MENGUKUR KADAR GAS CO MENGGUNAKAN TEKNOLOGI FILM TEBAL BERBASIS In2O3
                22. UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN TANDUR PADA PEMBELAJARAN FISIKA
                23. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA
                24. PROFIL PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY INQUIRY
                25. PENGGUNAAN PETA KONSEP SEBAGAI ASESMEN FORMATIF PRESTASI BELAJAR PADA MATERI GERAK LURUS DAN PENGARUHNYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK
                26. ANALISIS KEMAMPUAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI SIFAT-SIFAT CAHAYA
                27. PENERAPAN MEDIA SIMULASI VIRTUAL TENTANG PEMUAIAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DI SMP
                28. KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERDASARKAN PRESTASI BELAJAR DAN JENIS-JENIS KONSEP
                29. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERPIKIR INDUKTIF DENGAN PENDEKATAN GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA DAN KEAKTIFAN SISWA MA
                30. PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES DAN PRESTASI BELAJAR SISWA
                31. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR RASIONAL DAN PRESTASI BELAJAR SISWA
                32. INTERPRETASI STRUKTUR GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN
                  DAERAH LEMBAR CIANJUR DENGAN MENGGUNAKAN
                  APLIKASI KONTINUASI KE ATAS DAN ANALISIS SPEKTRAL
                  DATA GAYABERAT
                33. ANALISIS KEMAMPUAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR BERDASARKAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING:
                  Topik Materi Cara Pencegahan Kerusakan Lingkungan
                34. MODEL SISTEM KONTROL LEVEL PERMUKAAN AIR WADUK DENGAN PEMANFAATAN GELOMBANG ULTRASONIK
                35. ANALISIS ANOMALI MAGNETIK MENGGUNAKAN METODE TREND SURFACE ANALISIS (TSA) UNTUK MENGETAHUI TATANAN GEOLOGI REGIONAL DI PERAIRAN BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR
                36. KARAKTERISTIK SUDDEN STORMS COMMENCEMENT (SSC) DAN SUDDEN IMPULSE (SI) DI STASIUN PENGAMAT DIRGANTARA BIAK PADA SIKLUS AKTIVITAS MATAHARI KE-23 (1996-2006)
                37. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA
                38. Efektivitas Pembelajaran dengan Pendekatan CTL Melalui Media Video Based Laboratory Untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Mengetahui Profil Motivasi Siswa
                39. PENGARUH PENGGUNAAN BUTIR SOAL DALAM FORMAT ANIMASI TERHADAP HASIL TES PEMAHAMAN KONSEP CAHAYA DAN KUANTITAS MISKONSEPSI SISWA
                40. PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA DALAM PEMBALAJARAN FISIKA
                41. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATA PELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA SMA
                42. PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA
                  KONSEP GERAK MELINGKAR BERATURAN
                43. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
                  UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS
                  SISWA SMP KELAS VII PADA PEMBELAJARAN FISIKA
                44. PENERAPAN VBL (VIDEO-BASED LABORATORY)
                  DALAM MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
                  UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
                45. Penggunaan Model Pembelajaran Multimedia Interaktif (MMI) dalam Pembelajaran Cahaya untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Mengembangkan Keterampilan Generik Sains Siswa SMP
                46. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN CAHAYA DI DMP
                47. ANALISIS KONSISTENSI RESPON SISWA SMA TERHADAP TES REPRESENTASI MAJEMUK MENGGUNAKAN MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER DALAM PEMBELAJARAN FISIKA
                48. IDENTIFIKASI KUALITAS MINYAK GORENG BERDASARKAN BERDASARKAN KONSENTRASI ASAM LEMAK CIS DAN TRANS MENGGUNAKAN SENSOR INDUKTIF BERBASIS
                  MIKROKONTROLER
                49. PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) MELALUI METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL DAN MINAT BELAJAR SISWA SMP
                50. PENERAPAN PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS ICT UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN MELATIH KETERAMPILAN ICT SISWA
                51. PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP SETELAH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MULTIDIMENSIONAL PADA POKOK BAHASAN KALOR
                52. KLASIFIKASI POLA SINYAL ELEKTRIK JANTUNG PADA ELEKTROKARDIOGRAF (EKG) MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN BERBASIS METODE BACKPROPAGATION
                53. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN METODE PICTORIAL RIDDLE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMK KELAS XI
                54. ANALISIS KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA KELAS X DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SETELAH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER
                55. PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA PADA MATERI HUKUM NEWTON TENTANG GERAK
                56. UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
                57. IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PROBLEM BASED INSTRUCTION) PADA MATERI POKOK PEMANTULAN CAHAYA UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMP
                58. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFE TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA
                59. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LATIHAN INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA
                60. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING STRATEGIES UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR RASIONAL SISWA
                61. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JEROME BRUNNNER UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN EKSPERIMEN FISIKA SISWA
                62. EFEKTIVITAS PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
                63. PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ELABORASI SISWA SMA
                64. PENERAPAN METODE PRAKTIKUM PADA PEMBELAJARAN FISIKA TOPIK GETARAN DAN GELOMBANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP
                65. PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE TERHADAP PENGUASAAN KONSEP PADA POKOK BAHASAN LISTRIK DINAMIS (HUKUM OHM DAN HAMBATAN)
                66. PROFIL AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT)
                67. PEMANFAATAN SOFTWARE SIMULASI ELEKTRONIKA PADA PEMBELAJARAN LISTRIK DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA
                68. PROFIL HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING
                69. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TANDUR BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
                70. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CLIS (CHILDREN’S LEARNING IN SCIENCE) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMP
                71. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA POKOK BAHASAN LISTRIK DINAMIS DI SMA
                72. PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KECAKAPAN AKADEMIK SISWA SMA
                73. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TRAINING INQUIRY TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA
                74. PENERAPAN MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) PADA PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA
                75. IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN NOVICK SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA SMKN
                76. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED INSTRUCTION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP PADA MATERI AJAR PEMUAIAN
                77. PENGARUH SUHU SINTER TERHADAP RAPAT MASSA DAN SIFAT MEKANIK KERAMIK MgAl2O4 DENGAN PENAMBAHAN 5% ZrO2
                78. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN PROFIL MINAT BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA
                79. PENERAPAN SIX SIGMA SEBAGAI METODE PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI KULIT IMITASI GRADE A
                80. UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)
                81. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KECAKAPAN ILMIAH SISWA SMA
                82. IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN CHILDREN LEARNING IN SCIENCE (CLIS) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
                83. PENERAPAN MODEL KONSTRUKTIVISME DENGAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA
                84. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA
                85. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN MULTIDIMENSIONAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
                86. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KTERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA
                87. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LATIHAN INKUIRI (INQUIRY TRAINING) YANG MENEKANKAN ASPEK ANALOGI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA
                88. INTERPRETASI REKAMAN SEISMIK SINGLE CHANNEL HASIL PENELITIAN DI PERAIRAN SELATAN BANGKA – BELITUNG
                89. PENGARUH PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS KONSEP TERHADAP AKTIVITAS DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA
                90. UPAYA MENGURANGI MISKONSEPSI SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF
                91. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA
                92. PENERAPAN PENDEKATAN MULTIPLE INTELLIGENCES DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA
                93. PENERAPAN PENDEKATAN PROBLEM POSING SECARA BERKELOMPOK PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA
                94. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA SMA KELAS X PADA POKOK BAHASAN LISTRIK DINAMIS
                95. IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA
                96. PENGARUH KEMAMPUAN MEMBUAT PETA KONSEP TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA SMA
                97. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA
                98. PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TANDUR
                99. KEMAMPUAN BERPIKIR FLUENCY SISWA SMK KELAS X DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) DALAM PEMBELAJARAN FISIKA
                100. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR EMPIRIS INDUKTIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN
                  BERPIKIR KRITIS SISWA
                101. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN KOMUNIKASI SISWA
                102. PENERAPAN MODEL KOGNITIF VARIASI EPISTEMIC GAMES BERBASIS PEMECAHAN MASALAH DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH
                103. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP KELAS VIII PADA PEMBELAJARAN IPA-FISIKA
                104. PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA PADA SISWA SMP MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
                105. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA
                106. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA
                107. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVIS 4 TAHAP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
                108. UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD
                109. IMPLEMENTASI MODEL DISCOVERY-INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA
                110. KAJIAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN STARTER EKSPERIMEN (PSE)
                111. UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA TOPIK FLUIDA STATIK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INVESTIGASI KELOMPOK TERHADAP SISWA KELAS XI IPA 2 SMAN I BALEENDAH TAHUN AJARAN 2009/2010
                112. ANALISIS SIKAP ILMIAH SISWA SMP PADA PEMBELAJARAN FISIKA YANG MENGGUNAKAN METODE PRAKTIKUM
                113. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENTS TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA
                114. PEMBUATAN SENSOR GAS ETANOL KERAMIK FILM TEBAL Fe2O3 YANG DIDOPING 5% ZrO2 DENGAN MENGGUNAKAN METODA SCREEN PRINTING
                115. IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
                116. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TANDUR
                  UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN MENGETAHUI PROFIL MOTIVASI BELAJAR FISIKA SISWA SMP
                117. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA
                118. KARAKTERISTIK DAERAH AKTIF DI MATAHARI YANG MENGHASILKAN SOLAR PROTON EVENTS PADA SIKLUS AKTIVITAS MATAHARI KE-23
                119. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA PADA MATERI ELASTISITAS DAN GERAK HARMONIK SEDERHANA
                120. PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA PADA MATERI USAHA DAN ENERGI
                121. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCSTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA
                122. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA
                123. ANALISIS KARAKTERISTIK LISTRIK FILM TIPIS GaN YANG DITUMBUHKAN DENGAN METODE SOL-GEL SPIN COATING DENGAN VARIASI MOLARITAS Ga2O3, TEKANAN N2 DAN LAJU PUTARAN SPIN COATER
                124. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA SMP
                125. KETERKAITAN ANGIN SURYA DARI LUBANG KORONA DENGAN BADAI GEOMAGNET
                126. STUDI PENGARUH TEKANAN GAS NITROGEN TERHADAP KARAKTERISTIK LISTRIK PERSAMBUNGAN Al-GaN YANG DIDEPOSISI DENGAN TEKNIK SPIN COATING
                127. PENGARUH TEMPERATUR DEPOSISI TERHADAP KARAKTERISTIK LISTRIK PERSAMBUNGAN Al-GaN YANG DIDEPOSISI DENGAN METODE SOL GEL MENGGUNAKAN TEKNIK SPIN COATING
                128. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SQUARE (TPS) PADA PEMBELAJARAN FISIKA SMP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA RANAH KOGNITIF
                129. PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME MELALUI METODE EKSPERIMEN UNTUK MENGURANGI MISKONSEPSI SISWA PADA POKOK BAHASAN KINEMATIKA GERAK LURUS
                130. UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA MA KELAS XI IPA
                131. STUDI EVALUASI KEMAMPUAN MATEMATIS SISWA BERDASARKAN REVISI TAKSONOMI BLOOM DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI SE-KOTA BANDUNG
                  :Studi Deskriptif Analitik terhadap Siswa SMA Negeri Kelas XI IPA berdasarkan Cluster di Kota Bandung Tahun Ajaran 2009/2010
                132. PENGARUH TEMPERATUR ANNEALING TERHADAP STRUKTUR MIKRO FILM TIPIS NANOPARTIKEL Au DENGAN METODE EVAPORASI
                133. UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD
                134. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TRAINING INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA KELAS VIII SMP PADA POKOK BAHASAN GETARAN DAN GELOMBANG
                135. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA
                136. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN FISIKA
                137. KAJIAN KETERAMPILAN BERPIKIR RASIONAL SISWA SMP TERBUKA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SETELAH PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE
                138. PENERAPAN PENILAIAN KINERJA SISWA DENGAN TEKNIK PEER ASSESSMENT PADA KEGIATAN PRAKTIKUM FISIKA DI SMA
                139. PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBASIS INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
                140. SINTESIS KERAMIK FILM TEBAL CuFe2O4 DENGAN PENAMBAHAN 10% MgO PADA SUHU 800OC DAN 1000OC DAN KARAKTERISASI LISTRIK DALAM MEDIUM UDARA DAN GAS ETANOL
                141. EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERBASIS KONSEP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS SISWA SMA :P enelitian Eksperimen Terhadap Siswa SMA Negeri 2 Bandung Tahun Ajaran 2007/2008
                142. PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA :P enelitian Kuasi Eksperimen di SMA Negeri 1 Lembang
                143. PERBANDINGAN KEMAMPUAN MENYIMPULKAN ANTARA PEMBELAJARAN YANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN INTERAKTIF BERBASIS KONSEP DENGAN PEMBELAJARAN YANG MENGGUNAKAN METODE PRAKTIKUM
                144. PENGARUH TEKANAN PARSIAL GAS N2 TERHADAP STRUKTUR KRISTAL DAN MORFOLOGI FILM TIPIS GaN YANG DITUMBUHKAN DENGAN METODE PLD
                145. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EMPERICAL INDUCTIVE LEARNING CYCLE UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP CAHAYA SISWA SMP
                146. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER UNTUK MENINGKATKAN KECAKAPAN BERPIKIR RASIONAL SISWA
                147. UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING
                148. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM PEMBELAJARAN MATERI RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA
                149. ANALISIS DAN INTERPRETASI ANOMALI MAGNETIK DI PERAIRAN MANADO SULAWESI UTARA
                150. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA SMA
                151. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP KELAS VIII
                152. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS SISWA SMA
                153. PEMBUATAN KERAMIK MATRIKS INERT ZrO2 YANG DISTABILKAN CaO DENGAN PENAMBAHAN Al2O3 UNTUK PENDUKUNG BAHAN BAKAR REAKTOR NUKLIR DAN KARAKTERISASINYA
                154. MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY-INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA SMP
                155. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA-FISIKA SISWA KELAS VII PADA POKOK BAHASAN GERAK LURUS
                156. APLIKASI NEURO-FUZZY UNTUK PREDIKSI DERET WAKTU :STUDI KASUS: MAGNITUDO MAKSIMUM GEMPA BUMI PULAU JAWA
                157. INTERPRETASI NILAI RESISTIVITAS BATUAN BAWAH PERMUKAAN UNTUK MENGETAHUI KEBERADAAN LAPISAN AKUIFER DI KOTA BENGKULU DAN SEKITARNYA
                158. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMP
                  SETIA BHAKTI CILAWU GARUT
                159. PENGARUH PENAMBAHAN ZRO2 TERHADAP KEKERASAN DAN KETANGGUHAN PATAH MGAL2O4 UNTUK MATRIKS INERT BAHAN BAKAR REAKTOR NUKLIR
                160. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NOVICK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA SMP
                161. RANCANG BANGUN SISTEM TELEMETRI WIRELESS DENGAN MODULASI FSK-FM UNTUK PENGUKURAN SUHU
                162. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KERJASAMA DAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA KELAS VII
                163. PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INDUKTIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN FISIKA
                164. MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KETERAMPILAN PROSES BERKOMUNIKASI SISWA SMP
                165. PENGARUH PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBASIS INKUIRI TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMP
                166. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) PADA POKOK BAHASAN MOMENTUM DAN IMPULS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA
                167. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA PADA POKOK BAHASAN HUKUM NEWTON TENTANG GERAK
                168. UPAYA MENINGKATAN KEMAMPUAN APLIKASI KONSEP FISIKA SISWA KELAS XI IPA 1 PADA PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) :P enelitian Tindakan Kelas Terhadap Siswa Kelas XI IPA 1 di Salah Satu SMA Swasta di Kabupaten Garut tahun Ajaran 2009/2010
                169. PENERAPAN MODEL PEMBELEJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM PEMEBELAJARAN FISIKA SMP
                  (Suatu Studi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas VII SMPN 12 Bandung)
                170. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII DALAM PEMBELAJARAN FISIKA.
                171. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP
                172. PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENERAPAN PENDEKATAN DISCOVERY LEARNING DENGAN INTERACTIVE DEMONSTRATION PADA PEMBELAJARAN SAINS BERORIENTASI INQUIRY DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA SMA
                173. PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA RANAH PSIKOMOTORIK
                174. PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS HANDS ON ACTIVITY PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA DALAM UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA
                175. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS FENOMENA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA
                176. PENGARUH KETERAMPILAN BERPIKIR RASIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR DALAM PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME
                177. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TANDUR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA
                178. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA
                179. PENGGUNAAN LKS DISCOVERY PADA KEGIATAN PRAKTIKUM DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP
                180. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR (LEARNING CYCLE) TIPE 5E UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN FISIKA
                181. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA
                182. EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA
                183. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INDUKTIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMA
                184. ANALISIS TINGKAT KEGIATAN GUNUNGAPI GUNTUR BERDASARKAN DATA KEGEMPAAN
                185. PENGGUNAAN HIERARKI INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEORI KINETIK GAS DI KELAS XI IPA 5 SMA NEGERI 11 BANDUNG SEMESTER II TAHUN AJARAN 2009/2010
                186. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA
                187. UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMPN 1 MARGAASIH KABUPATEN BANDUNG MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES IPA
                188. PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED INSTRUCTION) DALAM UPAYA MENINGKATKAN
                  PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA SMA
                189. PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA SMA KELAS XI PADA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS OBSERVASI GEJALA FISIS
                190. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KONFLIK KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
                191. PENGGUNAAN MEDIA SIMULASI VIRTUAL DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) PADA PROSES PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMA
                192. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS FENOMENA UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
                193. INTERPRETASI REKAMAN SEISMIK REFLEKSI SINGLE CHANNEL HASIL PENELITIAN DI PERAIRAN SELAT MALAKA
                194. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MODIFIED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KECAKAPAN AKADEMIK DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA SMA
                195. PENGARUH PERLAKUAN PANAS TERHADAP KARAKTERISTIK LISTRIK LAPISAN TIPIS Fe2O3 YANG DIBUAT DENGAN METODE SOL GEL PADA SUBSTRAT KACA
                196. INTERPRETASI PROFIL RESISTIVITAS BAWAH PERMUKAAN UNTUK MENYELIDIKI LONGSORAN TANAH DI DAERAH PASIR MUNJUL KECAMATAN SUKATANI KABUPATEN PURWAKARTA MENGGUNAKAN METODE TAHANAN JENIS KONFIGURASI WENNER
                197. UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN FISIKA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) DENGAN MENGGUNAKAN MULTIMEDIA
                198. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMA
                199. KARAKTERISASI SIFAT LISTRIK FOTODIODA BERBAHAN DASAR LiTaO¬3¬ YANG DITUMBUHKAN DENGAN METODE SOL-GEL SPIN-COATING
                200. UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)
                201. PENERAPAN VIDEO-BASED LABORATORY PADA MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA SMP
                202. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN
                  MASALAH (PROBLEM BASED INSTRUCTION) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN MENGETAHUI MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA
                203. ). Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 7E dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Adaptif Siswa SMP.
                204. PENGARUH SUHU TEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA AISI 4340
                205. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA
                206. ANALISIS KEMAMPUAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS IV SD MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI MEMBUAT KARYA/MODEL UNTUK MENUNJUKKAN PERUBAHAN ENERGI GERAK AKIBAT PENGARUH UDARA
                207. Efektivitas Strategi Problem Solving Menggunakan Metode Cognitive Apprenticeship dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMP
                208. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LATIHAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA
                209. ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN TEKNOLOGI DASAR (PTD)
                210. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DAN MODIFIED INQUIRY PADA PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA
                211. PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TWO STAY TWO STRAY (TSTS) BERBASIS PRAKTIKUM UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA SMA KELAS X
                212. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INVESTIGASI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN MENGETAHUI PROFIL AKTIVITAS LISAN SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN FISIKA
                213. PENGEMBANGAN SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN FISIKA SUB POKOK BAHASAN SUHU DAN KALOR UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMA
                214. PENERAPAN PEMBELAJARAN KONFLIK KOGNITIF
                  PADA PEMBELAJARAN FISIKA POKOK BAHASAN SUHU DAN KALOR
                  UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMA
                215. KAJIAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD
                216. Efektivitas Model Pembelajaran Multimedia Interaktif (MMI) Tutorial Gerak Lurus dalam Meningkatkan Keterampilan Generik Sains dan Hasil Belajar Kognitif
                  PROFIL AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP DALAM PEMBELAJARAN IPA FISIKA SETELAH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD
                217. UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X MA NURUL HUDA KABUPATEN GRESIK PADA MATERI KALOR MELALUI PENERAPAN METODE EKSPERIMEN
                218. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING BERBASIS KECERDASAN MAJEMUK UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPBA DAN AKTIVITAS SISWA SMP
                219. UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA PADA MATERI
                  POKOK CAHAYA DENGAN MENGGUNAKAN
                  PENDEKATAN KONTEKSTUAL
                  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS-GAMES-TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA
                220. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA
                221. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Prestasi Belajar Fisika Siswa SMA
                222. PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
                  MELALUI DRAMATISASI CERITA RAKYAT
                223. UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD
                  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI MADRASAH TSANAWIYAH
                224. PENERAPAN METODE INTERACTIVE DEMONSTRATION UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA SMA
                225. UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
                226. PENERAPAN VIDEO BASED LABORATORY
                  DALAM MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING
                  PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG
                  UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN
                  KEMAMPUAN ICT SISWA SMP
                227. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KECAKAPAN BERPIKIR RASIONAL SISWA
                228. EFEKTIFITAS PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA
                229. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA RANAH KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SMA
                230. UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA TENTANG KONSEP CAHAYA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI METODE PICTORIAL RIDDLE
                231. UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA KONSEP CAHAYA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI KOMPUTER
                232. UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA POKOK BAHASAN PESAWAT SEDERHANA
                233. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
                234. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN FISIKA
                  BERBASIS OBSERVASI GEJALA FISIS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA SMA
                235. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
                  TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
                236. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS KONSEP DALAM PELAJARAN FISIKA SMP UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN ORAL ACTIVITIES SISWA
                237. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
                238. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA SMA
                239. IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMP
                240. UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)
                241. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS MASALAH DENGAN PENDEKATAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA
                242. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH
                243. PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA
                244. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS FENOMENA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA
                245. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENGETAHUI PROFIL MOTIVASI BELAJAR DAN MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP KELAS VII
                246. PENGARUH WAKTU PEMBAKARAN TERHADAP KARAKTERISTIK FILM TIPIS FE2O3 PADA SUBSTRAT KACA YANG DIBUAT DENGAN METODE SOL-GEL
                247. UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH
                  DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN
                  MASALAH
                248. PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP DAN PROFIL AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SMA DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF
                249. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME TIPE NOVICK UNTUK MEMINIMALISASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATA PELAJARAN FISIKA
                250. EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN USAHA DAN ENERGI
                251. PENGARUH MOLARITAS LARUTAN EOSIN Y TERHADAP EFISIENSI SEL SURYA STRUKTUR DSSC (DYE-SENSITIZED SOLAR CELL)
                252. MENGATASI KESULITAN SISWA DALAM MEMPELAJARI MATERI PESAWAT SEDERHANA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW DI KELAS 8 A SMPN 1 RENGASDENGKLOK-KARAWANG
                253. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NOVICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
                254. IDENTIFIKASI SESAR DAERAH SEMBURAN GAS
                  DI KABUPATEN SERANG/BANTEN, BERDASARKAN DATA MAGNETIK MENGGUNAKAN FILTER TILT ANGLE DERIVATIVE
                255. IDENTIFIKASI KEBERADAAN SESAR DI DAERAH VULKANIK GUNUNG DIENG BERDASARKAN DATA ANOMALI MAGNETIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE INVERSE MODELING
                256. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIVE LEARNING) TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS
                257. ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN TEKNOLOGI DASAR (PTD)
                258. PENERAPAN SELF ASSESSMENT DALAM MENGUNGKAP PENGUASAAN KONSEP SISWA SMP PADA MATERI IPBA
                259. PENGARUH PENAMBAHAN MAGNESIA (MgO) TERHADAP KEKUATAN MEKANIK REFRAKTORI FORSTERIT (2MgO.SiO2) DARI LIMBAH SLAG FERRO-NIKEL
                260. PENERAPAN METODE DEMONSTRASI SEBAGAI UPAYA MENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI KELAS 9 SMP NEGERI 1 PEDES KABUPATEN KARAWANG
                261. PENERAPAN STRATEGI PAKEM DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA
                262. UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
                263. UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI KELAS VIII E SMPN 1 TELUKJAMBE BARAT KARAWANG MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
                264. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR INDUKTIF EMPIRIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA SMP
                265. PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS KECERDASAN MAJEMUK UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP IPBA SISWA SMP
                266. ANALISIS KAITAN BADAI GEOMAGNET DENGAN BADAI IONOSFER SEBAGAI DAMPAK KEJADIAN LONTARAN MASSA KORONA MATAHARI (OKTOBER – NOVEMBER 2003)
                267. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PENGALAMAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA SISWA SMP
                268. ANALISIS PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF DIKAITKAN DENGAN GAYA BELAJAR SISWA SETELAH DITERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING
                269. PENGGUNAAN MEDIA OPEN SOURCE PHYSICS (OSP)-TRACKER PADA KEGIATAN PEMANTAPAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP
                270. UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENTS TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS VIII MTs. AL-HUSNA KABUPATEN BEKASI TAHUN PELAJARAN 2010/2011.
                271. PENERAPAN DEMONSTRASI INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN SAINS BERORIENTASI INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA PADA RANAH KOGNITIF
                272. PENERAPAN METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA MTs (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas VIII Al-Basyariyah Kedokanbunder Wetan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu Tahun Pelajaran 2010/2011)
                273. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN GENERATIF BERBASIS KECERDASAN MAJEMUK UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPBA SISWA SMP
                274. PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION TERHADAP PENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP
                275. KETERKAITAN GELOMBANG KEJUT DENGAN CME, FLARE DAN GANGGUAN GEOMAGNET PADA AWAL SIKLUS MATAHARI KE-24
                276. KETERKAITAN ANTARA SEMBURAN RADIO MATAHARI TIPE II, CME DAN FLARE DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KINEMATIS
                277. UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN IPA (FISIKA) DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA POKOK BAHASAN GETARAN DAN GELOMBANG: Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa VIII H di salah satu SMP di Karawang
                278. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
                279. UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD
                280. PENGEMBANGAN SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS INKUIRI PADA KONSEP KINEMATIKA GERAK LURUS DALAM MELATIHKAN KEMAMPUAN ILMIAH SISWA SMP
                281. EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN STRATEGI SCIENCE REFLECTIVE JOURNAL WRITING DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA SMP (Di Bawah Payung Hibah Penelitian Jurusan )
                282. MODEL PEMBELAJARAN FISIKA KONSEP KAPASITOR KEPING SEJAJAR BERBASIS DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN MENGETAHUI PROFIL SCIENTIFIC ABILITY SISWA
                283. PENERAPAN MODEL LATIHAN INKUIRI (MLI) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA SMA
                284. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DENGAN PENDEKATAN GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA SMA KELAS X
                285. STUDI DESKRIPTIF PENGEMBANGAN SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN LISTRIK DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA KELAS X
                286. PENGEMBANGAN SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF, DAN MENYENANGKAN (PAKEM) DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SMP
                287. SISTEM PENGUKURAN RADIASI GAMMA DENGAN MENGGUNAKAN DETEKTOR GEIGER MULLER BERBASIS MIKROKONTROLER
                288. STUDI EKSPEKTASI DAN PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING
                289. PENERAPAN MODEL INKUIRI LABORATORIUM TERBIMBING PADA PEMBELAJARAN FISIKA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA SISWA SMP
                290. IMPLEMENTASI MODEL CONCEPTUAL UNDERSTANDING PROCEDURES (CUPs) DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA
                291. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN FISIKA
                292. PENGARUH PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY
                293. PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA
                294. ANALISIS PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN SAINS BERORIENTASI INQUIRY
                295. DESAIN SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN FISIKA SUB POKOK BAHASAN PERUBAHAN SUHU DAN WUJUD ZAT BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMA
                296. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF  TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWAPENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN
                  PROBLEM BASED INSTRUCTION DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA
                297. IMPLEMENTASI PENDEKATAN INTERACTIVE DEMONSTRATION PADA PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA
                298. ANALISIS KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN TEKNOLOGI DASAR
                299. PROFIL PENGEMBANGAN SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN FISIKA SUB-POKOK BAHASAN PEMUAIAN ZAT TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA
                300. EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA SIMULASI VIRTUAL PADA PEMBELAJARAN KONSEPTUAL INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN MEMINIMALKAN MISKONSEPSI SISWA
                301. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA
                302. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA DI SMA
                303. PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SIMULASI VIRTUAL DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMA KELAS XI DI BANDUNG
                304. PENGGUNAAN MEDIA SIMULASI VIRTUAL PADA PEMBELAJARAN KONSEPTUAL INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN MEMINIMALKAN KUANTITAS MISKONSEPSI SISWA SMA KELAS X
                305. UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBER HEADS TOGETHER)
                306. PENERAPAN MODEL LATIHAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA
                307. PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA POKOK BAHASAN PEMBIASAN CAHAYA
                308. PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE 5E DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS
                  SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN FISIKA
                309. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA SMA KELAS X
                310. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MODIFIED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA
                311. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TANDUR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN FISIKA
                312. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI SISWA SMP
                313. PENGARUH MOLARITAS Ga2O3 DAN LAJU ALIRAN GAS N2 TERHADAP KARAKTERISTIK FISIS FILM TIPIS GaN YANG DITUMBUHKAN DENGAN METODE SOL-GEL MENGGUNAKAN TEKNIK SPIN-COATING
                314. MEMPERBAIKI KESALAHAN STRATEGI BELAJAR SISWA KELAS VII SMP DI BANDUNG DALAM MEMPELAJARI KONSEP FISIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI
                315. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN TEKNIK THINK PAIR SHARE DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES BERKOMUNIKASI SISWA
                316. INTERPRETASI NILAI RESISTIVITAS LAPISAN BATUAN UNTUK MENGETAHUI POTENSI LIKUIFAKSI DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA
                317. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PBI TERHADAP KEMAMPUAN ANALISIS SISWA DALAM POKOK BAHASAN GERAK MELINGKAR BERATURAN
                318. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP FLUIDA STATIS
                319. PREDIKSI FREKUENSI MAKSIMUM LAPISAN E SPORADIS MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN BERBASIS METODE BACKPROPAGATION
                320. UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERTANYA MELALUI PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PENDEKATAN CTL DENGAN MENEKANKAN KONTRUKTIVISME DAN QUESTIONING
                321. PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI MODEL ALBERTA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP
                322. Penerapan model pembelajaran berpikir induktif untuk meningkatkan kecakapan akademik siswa SMP dalam pembelajaran fisika
                323. PENERAPAN ASSESMEN BERBASIS DIMENSI PENGETAHUAN DAN DIMENSI PROSES BERPIKIR MELALUI MODEL INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN IPA-FISIKA PADA SISWA SMP KELAS VII
                324. MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA
                325. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
                326. PENERAPAN METODE INVITATION INTO INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA
                327. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP
                328. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBNG TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP
                329. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE TIPE KARPLUS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA KONSEP HUKUM NEWTON TENTANG GERAK
                330. MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA
                331. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS
                332. UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI METODE EKSPERIMEN
                333. PENGARUH TEMPERATUR ANNEALING TERHADAP STRUKTUR DAN SIFAT OPTIK FILM TIPIS ZnO YANG DIBUAT DENGAN
                  TEKNIK SCREEN PRINTING
                334. KARAKTERISTIK KESTABILAN SIFAT LISTRIK KERAMIK CuFe2O4 DENGAN PENAMBAHAN Al2O3 UNTUK TERMISTOR NTC
                335. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COLLABORATIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP SETIA BHAKTI CILAWU GARUT: Penelitian terhadap siswa SMP Setia Bhakti Cilawu Kabupaten Garut Tahun pelajaran 2008/2009
                336. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
                337. Penerapan Model Learning Cycle Terhadap Penguasaan Konsep Pada Pokok Bahasan Listrik Dinamis :Hukum Ohm dan Hambatan
                338. RANCANG BANGUN ALAT UKUR KONSENTRASI LPG BERBASIS MIKROKONTROLER
                339. SISTEM KONTROL TEMPERATUR AIR PADA PROSES PEMBUDIDAYAAN IKAN BERBASIS MIKROKONTROLER
                340. UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI MODEL QUANTUM TEACHING
                341. PEMETAAN MIKROZONASI GEMPABUMI DI DAERAH JEPARA JAWA TENGAH DENGAN METODA HVSR
                342. ANALISIS PROFIL KURIKULUM ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA PADA JENJANG SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
                343. PENGARUH SUHU REDUKSI TERHADAP KARAKTERISTIK KERAMIK CSZ-NI UNTUK APLIKASI ANODE SOFC
                344. PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN FISIKA PADA POKOK BAHASAN TEORI KINETIK GAS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA
                345. STUDI PENGARUH INTENSITAS MATAHARI DAN MASSA SAMPAH TERHADAP KADAR GAS CO, CO2, DAN O2 YANG DITIMBULKAN OLEH SAMPAH
                346. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS X SMA
                347. PENERAPAN VIDEO BASED LABORATORY PADA MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MTS KELAS VIII PADA TOPIK GETARAN DAN GELOMBANG
                348. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LATIHAN INKURI UNTUK MENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA POKOK BAHASAN LISTRIK DINAMIS
                349. IDENTIFIKASI MEDIUM BAWAH PERMUKAAN GUNUNG SINABUNG BERDASARKAN NILAI Q-FACTOR
                350. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN SELF-MONITORING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP PADA PEMBELAJARAN FISIKA
                351. PENGARUH KONSENTRASI CaO TERHADAP KARAKTERISTIK LISTRIK KERAMIK CSZ YANG DIBUAT DARI ZIRKON LOKAL
                352. PERBANDINGAN MODEL BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF DENGAN MODEL KONVENSIONAL PADA PEMBELAJARAN TERMODINAMIKA UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS SISWA SMA
                353. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH MELALUI PENDEKATAN SCAFFOLDING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA
                354. SISTEM ALAT PENDETEKSI FREKUENSI PUTARAN UNTUK MENENTUKAN MOMEN INERSIA KATROL BERBASIS MIKROKONTROLER
                355. RANCANG BANGUN ALAT SPUTTERING DC
                356. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA
                357. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA
                358. MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS FENOMENA DENGAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PEMBIASAN CAHAYA SISWA SMP
                359. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA PADA POKOK BAHASAN SUHU DAN KALOR
                360. PERHITUNGAN ARUS TEROBOSAN PADA SAMBUNGAN P-N ARMCHAIR GRAPHENE NANORIBBON DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATRIKS TRANSFER
                361. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA
                362. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
                363. Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika melalui Interctive Demonstration Method pada Siswa Kelas VIII B di SMP Negeri 2 Karawang Barat
                364. Analisis Pengaruh Perubahan Parameter Magnetik Anak Timbangan Stainless Steel terhadap Hasil Kalibrasi Menggunakan Mass Comparator Mettler Toledo AT 1006
                365. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS
                  UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
                  PADA TOPIK LISTRIK DINAMIS
                366. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA
                367. PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAUR PROBLEM SOLVING (TAPPS) DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA KONSEP GERAK MELINGKAR BERATURAN
                368. ANALISIS PENAMPANG GROUND PENETRATING RADAR (GPR) UNTUK MENGIDENTIFIKASI ENDAPAN GEOLOGI KUARTER DI KAWASAN ANCOL, JAKARTA UTARA
                369. KARAKTERISTIK SUDDEN STORMS COMMENCEMENT (SSC) DAN SUDDEN IMPULSE (SI) DI STASIUN PENGAMAT DIRGANTARA BIAK PADA SIKLUS AKTIVITAS MATAHARI KE-23 (1996-2006)
                370. EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN CTL MELALUI MEDIA VIDEO BASED LABORATORY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MENGETAHUI PROFIL MOTIVASI SISWA
                371. PENERAPAN VBL (VIDEO-BASED LABORATORY)
                  DALAM MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
                  UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
                372. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
                  UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS
                  SISWA SMP KELAS VII PADA PEMBELAJARAN FISIKA
                373. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATA PELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA SMA
                374. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NOVICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
                375. MENGATASI KESULITAN SISWA
                  DALAM MEMPELAJARI MATERI PESAWAT SEDERHANA
                  MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW
                  DI KELAS 8 A SMPN 1 RENGASDENGKLOK-KARAWANG
                376. PENGARUH MOLARITAS LARUTAN EOSIN Y TERHADAP EFISIENSI SEL SURYA STRUKTUR DSSC (DYE-SENSITIZED SOLAR CELL)
                377. PENGARUH PENAMBAHAN (Zr,Ca)O2 TERHADAP RAPAT MASSA,
                  KEKERASAN DAN KETANGGUHAN PATAH KERAMIK (MgO-MgAl2O4)
                  DARI SERBUK HASIL PROSES SOL-GEL SEBAGAI BAHAN BAKAR
                  MATRIKS INERT UNTUK REAKTOR NUKLIR
                378. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN ALAT OPTIK
                379. MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA DI SMP
                380. UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA MATA PELAJARAN FISIKA KELAS VIII B SMP MIFTAHUL IMAN CIDADAP BANDUNG TAHUN PELAJARAN 2009/2010
                381. UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA MELALUI
                  METODE EKSPERIMEN PADA POKOK BAHASAN KALOR KELAS X
                  MADRASAH ALIYAH MATHLABUL HUDA KORONCONG
                  PANDEGLANG BANTEN
                382. KARAKTERISASI KERAMIK MgAl2O4 UNTUK MATRIKS BAHAN BAKAR NUKLIR MATRIKS INERT (IMF) DIBUAT DARI SERBUK HASIL SOL GEL DENGAN VARIASI SUHU SINTER
                383. METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS 2D DAN ANALISIS GEOKIMIA UNTUK MENGETAHUI ALIRAN LINDI
                  DI TPA BABAKAN CIPARAY
                384. UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING ( CTL )
                385. UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI IPA
                  DI MA YLPI TEGALLEGA SUKABUMI MELALUI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL
                386. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA SUB POKOK BAHASAN PEMANTULAN CAHAYA
                387. UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE PENYELIDIKAN KELOMPOK POKOK BAHASAN KALOR PADA SISWA KELAS VII.C SMP NEGERI 12
                  BANDUNG TAHUN PELAJARAN 2009/2010.
                388. MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMA KELAS XI DALAM PEBELAJARAN FISIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
                389. UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS IX B SMP NEGERI 1 PARONGPONG MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT
                390. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN
                  INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN
                  HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA
                391. UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
                392. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
                393. IMPLEMENTASI MODEL PEROLEHAN KONSEP UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA SMP
                394. PENGARUH PENGGUNAAN BUTIR SOAL DALAM FORMAT ANIMASI TERHADAP HASIL TES PEMAHAMAN KONSEP CAHAYA DAN KUANTITAS MISKONSEPSI SISWA
                395. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA
                396. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP PADA ASPEK BERKOMUNIKASI
                397. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INDUKTIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA
                398. UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENTS TEAM ACHIEVEMENT DIVISION DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ALTERNATIF
                399. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA PADA SISWA SMP.

            "Apa lagi yang Anda tunggu, kesempatan terbaik tidak akan bertahan lama."

      OK Angga,

      Beri Saya Paket "Mega Skripsi" Anda beserta semua bonus-bonusnya.

      PESAN SEKARANG JUGA

      NB 1 : Saya mendapatkan order 10 - 20 paket per hari dan semakin bertambah setiap harinya. Karena itu segeralah pesan sekarang karena harga bisa berubah sewaktu waktu.

      NB 2 : Khusus jurusan informatika, sebagian skripsi dilengkapi dengan source code (program)

      NB 3 : Ada bonus tambahan lagi jika Anda memesan sekarang. Silakan klik di sini untuk melihat bonus tambahannya.